Ketika Lelaki Mimpi Basah

detail berita

Foto: Corbis

 

LELAKI kerap pula mengalami mimpi erotis yang menyenangkan dan membuatnya dapat berejakulasi. Masyarakat awam menyebutnyamimpi basah (uret dream ataunocturnal emission). 

Menurut penyelidikan, 85 persen lelaki yang mengalami mimpi basahitu mendapatkan orgasme dan ejakulasi. Sejak usia remaja, kondisimimpi basah ini akan berangsur-angsur menurun hingga akhirnya lelaki dewasa jarang lagi mengalaminya. Sejak dapat berejakulasi, seorang lelaki secara teori dapat menghamili perempuan, tidak tergantung berapa pun usianya.

Ejakulasi yang dialami lelaki sesungguhnya terjadi dalam dua (dua) tahap. Pada tahap pertama, prostat akan berkontraksi dan mengosongkan kandungan air maninya ke dalam saluran kencing. Pada tahap selanjutnya, air mani tersebut akan terdorong untuk mengalir sepanjang ureter dan akhirnya memancar keluar melalui lubang pineal yang terdapat pada kepala penis. Sebelum air mani memancar keluar, biasanya didahului dengan keluarnya beberapa tetes cairan bening, yang berguna untuk melumasi ureter dan “melicinkan” jalan untuk keluarnya air mani nantinya.

Dengan kata lain, munculnya cairan bening yang mirip air susu tersebut sebagai tanda akan segera ejakulasinya sang lelaki. Keluarnya cairan bening ini disebut Pra ejakulasi. Cairan bening ini bukan air mani, akan tetapi mengandung sperma sehingga jika masuk ke dalam vagina, seorang perempuan dapat hamil karenanya. Karena masalah “cairan bening” ini pulalah kerap kali membuat orang salahmenganggap, dengan menyatakan coitus iterruptus atau senggama terputus merupakan cara yang baik untuk mencegah kehamilan!

Ketika ejakulasi, lelaki akan merasakan kenikmatan seksual yang sulit untuk diungkapkan dengan kata-kata, serasa melambung ke langit perasaannya. Setelah terjadinya ejakulasi, lelaki akan memasuki masa resolusi (resolution phase) yang ditandai dengan menurunnya ereksi penis hingga penis hanya dalam kondisi setengah (50 persen) ereksi dan buah penis (testis) mengecil. Begitu pula dengan denyut nadi, tekanan darah serta pernapasannya berangsur-angsur kembali ke posisi normal.

Setelah berejakulasi, lelaki mengalami masa “istirahat” (refractory period). Betapa pun atau bagaimana pun juga kerasnya usaha sang lelaki untuk mengembalikan penisnya ke posisi ereksi pada masa “istirahat” ini akan sulit mencapai keberhasilan hingga masa istirahatnya berlalu. Masa istirahat ini biasanya berlangsung sekitar 10 (sepuluh) menit atau lebih, di mana semakin tua usia sang lelaki akan semakin lama masa istirahatnya.

Semua kondisi yang dialami lelaki tersebut terbilang normal dan wajar. Sesuatu baru dianggap menjadi masalah ketika lelaki tersebut berejakulasi terlalu cepat dalam persenggamaan dengan pasangannya. Ibaratnya, pasangannya masih dalam posisi “mendaki” untuk meraih orgasmenya, namun sang lelaki telah kembali “turun” dari puncak kenikmatan seksualnya. Sang perempuan masih membutuhkan tindakan tertentu untuk terus mengobarkan gairah seksualnya menuju puncak sementara sang lelaki telah “kehilangan” gairahnya setelah berejakulasi. Pada kondisi seperti inilah seringkali menimbulkan kekecewaan yang besar di pihak perempuan.

Masalah ejakulasi dini (premature ejaculation) yang dialami lelaki seolah menjadi hantu yang sangat menakutkan kaum Adam. Situasi “gawat” yang menyebabkan lelaki merasa kehilangan “keperkasaannya” hingga seringkali membuatnya minder dan merasa rendah diri. Kondisi inilah yang menyebabkan lelaki berusaha keras mengobati “penyakit” ejakulasi dininya, dengan meminum jamu atau ramuan khusus, mengonsumsi makanan atau minuman khusus, atau mengoleskan suatu ramuan khusus pada penisnya dengan harapan penisnya dapat terus berdiri tegak dan tidak lekas “keluar” ketika berhubungan seksual dengan pasangannya.

Dalam usaha memperbaiki kemampuan seksualnya melalui pengonsumsian suatu makanan atau minuman, lelaki kerap melakukkan tindakan yang sering tidak “masuk akal”, seperti mengonsumsi alat kelamin hewan tertentu, meminum alkohol (sampanye) atau mengonsumsi makanan-makanan yang dipercaya mempunyai kandungan zat perangsang “hebat” agar permainan asmaranya juga akan semakin hebat.

Kebiasaan mengonsumsi suatu makanan tertentu untuk mendapatkan kekuatan seksual, telah pula dilakukan orang India kuno, seperti yang disebutkan Vatsyayana di dalam Kamasutra, “Meminum susu yang telah dicampur dengan gula, dan memakan buah pelir seekor biri-biri jantan atau buah pelir seekor kambing yang telah direbus dengannya, juga sangat bagus untuk meningkatkan kekuatan seksual.”

Begitu pula, kaum lelaki tentu mengenal, atau setidak-tidaknya pernah mendengar, (Spanish Fly) yang katanya terbukti sebagai suplemen nan ampuh untuk membuat lelaki menjadi hebat di atas ranjang.

Satu hal yang sering kali dilupakan lelaki yang berminat mengonsumsi makanan atau minuman penambah gairah tersebut, adalah dampak negatifnya. Selain dapat menimbulkan dampak kecanduan, ternyata khasiat makanan atau minuman tersebut juga tidak sehebat apa yang sering di dengung-dengungkan orang hingga kerap membuat orang kecewa setelah mengonsumsinya. (Disarikan dari bukuKamasutra & Kecerdaasan Seks Modern karya Ki Guno Asmoro)

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: