Tak Hanya Pria, Wanita Juga Bisa Ereksi Terus-menerus

Jakarta, Salah satu gangguan fungsi reproduksi yang paling ditakuti pria adalah priapism. Penderita gangguan ini dapat mengalami ereksi yang menyakitkan dalam waktu lama. Namun ternyata kondisi serupa juga dapat dialami wanita lho.

Dalam sebuah kasus yang dipublikasikan Journal of Sexual Medicine, seorang wanita berusia 29 tahun mengaku mengalami ‘ereksi’ selama lima hari berturut-turut. Bedanya, yang dimaksud ereksi di sini bukanlah ereksi pada penis, melainkan klitoris.

Bagaimana hal ini bisa terjadi? Wanita yang dirahasiakan identitasnya tersebut awalnya mengaku rutin mengonsumsi obat-obatan untuk mengatasi rendahnya libido setiap hari, selama beberapa bulan.

Hingga suatu ketika tanpa sengaja ia menambah sendiri dosis obat tersebut lalu tiba-tiba ia mengaku labianya (bibir vagina) membengkak dan klitorisnya merasakan nyeri yang luar biasa.

Anehnya, meski ia berhenti meminum obat tersebut, nyeri dan pembengkakan pada organ intimnya justru memburuk hingga lima hari berikutnya.

“Katanya nyerinya tambah parah hingga si pasien tak bisa berjalan, duduk ataupun berdiri tanpa merasakan nyeri yang justru terus bertambah,” ungkap peneliti, seperti dikutip dari Livescience, Senin (24/2/2014).

Setelah diperiksa, tim dokter menemukan klitoris wanita ini membengkak hingga berukuran 2,0 x 0,7 centimeter dan warnanya tidak lagi pink, tapi berubah menjadi ungu. Beruntung setelah tim dokter memberinya obat pereda nyeri dan obat dekongestan atau pereda hidung tersumbat bernama Sudafed selama tiga hari, pembengkakan dan nyeri yang dirasakan wanita ini pun berangsur menghilang

Menurut peneliti, priapism pada wanita memang bisa terjadi namun kasusnya sangat jarang ditemukan. Bedanya, pada pria priapism tergolong sebagai kondisi medis yang darurat karena dapat mengakibatkan penggumpalan darah dan gangguan ereksi.

Sebaliknya priapism yang dialami wanita bukanlah kondisi darurat karena suplai darah yang berlebihan ke bagian luar vagina tidak mengakibatkan penggumpalan darah.

Penyebab priapism pada wanita maupun pria juga hampir sama yaitu karena konsumsi antidepresan dan obat psikotropika tertentu seperti wellbutrin (bupropion) dan tradozone yang dikonsumsi pasien sebagai obat pembangkit libido.

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: