Penyakit-penyakit yang Bisa Bikin Jumlah Sperma Pria Secuil (1)

Ilustrasi (Foto: thinkstock)

Jakarta – Gaya hidup tak sehat sering dituding sebagai kambing hitam yang menyebabkan jumlah sperma pria menurun. Selain itu, beberapa penyakit dan kondisi medis juga bisa mempengaruhi jumlah sperma.

Produksi sperma adalah proses yang kompleks dan memerlukan fungsi normal dari testis, hipotalamus, dan kelenjar hipofisis, yaitu organ dalam otak penghasil hormon yang memicu produksi sperma.

Setelah sperma diproduksi di testis, tabung kecil mengangkutnya sampai bercampur dengan air mani dan ejakulasi dari penis. Masalah dengan sistem ini dapat mempengaruhi produksi sperma. Juga, ada masalah dari bentuk abnormal sperma (morfologi) atau gerakan (motilitas).

Berikut berbagai penyakit yang bisa menurunkan jumlah sperma, seperti dikutip dari Mayo Clinic, Jumat (14/3/2014):

Ilustrasi (Foto: thinkstock)

1. Varikokel

Varikokel adalah pembengkakan pembuluh darah yang mengalir ke testis. Ini adalah penyebab umum dari ketidaksuburan laki-laki. Hal ini dapat mencegah pendinginan normal testis, menyebabkan penurunan jumlah sperma dan sperma bergerak lebih sedikit.

Ilustrasi (Foto: thinkstock)

2. Infeksi

Beberapa infeksi dapat mengganggu produksi sperma dan kesehatan sperma, atau dapat menyebabkan jaringan parut yang menghalangi lewatnya sperma. Contohnya adalah infeksi menular seksual, seperti klamidia dan gonore, radang prostat (prostatitis), testis meradang karena gondongan (mumps orchitis), dan infeksi lain dari saluran kemih atau organ reproduksi.

Ilustrasi (Foto: thinkstock)

3. Retrograde ejaculation

Retrograde ejaculation terjadi ketika air mani memasuki kandung kemih selama orgasme, bukan muncul dari ujung penis. Berbagai kondisi kesehatan dapat menyebabkan retrograde ejaculation, seperti diabetes, cedera tulang belakang, operasi kandung kemih, prostat atau uretra.

Obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan retrograde ejaculation, seperti obat tekanan darah yang dikenal sebagai alpha blocker. Beberapa pria dengan cedera tulang belakang atau penyakit tertentu tidak dapat mengejakulasikan air mani sama sekali, meskipun mereka masih dapat menghasilkan sperma.

Ilustrasi (Foto: thinkstock)

4. Antibodi yang menyerang sperma

Antibodi anti-sperma adalah sel-sel sistem kekebalan tubuh yang keliru mengidentifikasi sperma sebagai penyerbu berbahaya dan berusaha untuk menghancurkannya. Hal ini terutama sering terjadi pada pria yang pernah menjalani vasektomi.

Ilustrasi (Foto: thinkstock)

5. Tumor

Kanker dan tumor nonmalignant dapat mempengaruhi organ-organ reproduksi laki-laki secara langsung, atau dapat mempengaruhi kelenjar yang melepaskan hormon yang berkaitan dengan reproduksi (seperti kelenjar hipofisis).

Pembedahan, radiasi atau kemoterapi untuk mengobati tumor juga dapat mempengaruhi kesuburan pria

Ilustrasi (Foto: thinkstock)

6. Testis tidak turun

Selama perkembangan janin, satu atau kedua testis kadang-kadang gagal untuk turun dari perut ke dalam kantung yang biasanya berisi testis (skrotum). Penurunan kesuburan lebih mungkin pada laki-laki dengan kondisi ini.

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: