Tokcer pada Monyet, Bisakah Gel Vagina Ini Lindungi Wanita dari HIV?

Jakarta, Setelah cincin plastik dan krim, peneliti kembali menciptakan sebuah produk baru untuk mencegah HIV yang nantinya tinggal dioleskan ke vagina. Meski baru berhasil diujikan pada monyet, peneliti mengklaim gel ini bekerja efektif walau baru digunakan beberapa jam setelah bercinta.

Gel antimikroba bikinan Centers for Disease Control and Prevention, AS ini dilaporkan dapat melindungi lima dari enam monyet dari HIV meski baru dipakai tiga jam setelah terpapar virus tersebut.

Percobaan pertama yang dilakukan peneliti melibatkan tiga monyet yang telah mengidap HIV. Ketiganya diolesi gel buatan peneliti dua kali seminggu selama tujuh minggu. Ternyata di akhir percobaan, dua dari tiga monyet tetap terbebas dari HIV.

Kemudian peneliti menggelar percobaan kedua untuk mengetahui apakah gel ini juga sanggup melindungi si monyet dari infeksi HIV meski telah terpapar. Gelnya dioleskan dua kali dalam seminggu selama 2,5 bulan. Dengan mengoleskan gel tersebut tiga jam setelah terpapar, ternyata peneliti dapat melindungi lima dari enam monyet dari infeksi HIV.

Ketua tim peneliti, Walid Heneine menjelaskan gel ini mengandung obat anti-HIV, raltegravir (Isentress) sebanyak satu persen dan bekerja dengan cara menghambat kemampuan virus untuk menyatukan DNA-nya dengan DNA sel si hewan percobaan.

Penyatuan keduanya merupakan langkah krusial yang menentukan apakah si hewan akan terinfeksi HIV atau tidak. Hanya saja proses ini biasanya baru berlangsung enam jam setelah seseorang terpapar virus. Inilah yang dimanfaatkan peneliti untuk mencegah seseorang terkena AIDS.

“Dan sekali gel itu telah dioleskan, HIV yang terpapar tak dapat menyatukan DNA-nya ke dalam sel makhluk yang diserangnya. Bahkan DNA-nya mengalami penurunan dan sel tubuh calon korban tidak jadi terserang HIV,” tegas Heneine.

Namun menurut Heneine, jangan harap produk ini akan segera dilempar ke pasaran karena peneliti masih butuh waktu beberapa tahun agar gel ini dapat diujicobakan pada manusia. “Kami sedang meningkatkan efektivitas gel ini karena hasil yang dilihat pada hewan percobaan tidaklah serta-merta sama dengan yang terjadi pada manusia,” katanya seperti dikutip dari Web MD, Jumat (14/3/2014).

Tags: , , , , , , , , , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: